Waktu itu mau acara Ijab Qabul pernikahan Tiara dan Ode, semua orang sudah berkumpul di satu ruangan, Tiara juga sudah siap, kami cuma tinggal menunggu mempelai prianya yang masih diperjalanan. Para keluarga penggiring mempelai pria sudah berdatangan sampai Ode juga akhirnya hadir disitu. Ketika aku melihat Ode, aku merasa ada yang lain entah bagaimana menggambarkannya sepertinya dia bukan Ode, kelakuannya agak aneh, tapi kenapa tak ada yang menyadarinya selain aku..
Aku masih curiga dengan Ode sampai ketika dia mengucap Ijab Qabul ucapannya aneh, bukannya menyahut Penghulu tapi malah ngikutin ucapan orang yang hadir disitu.
Aku kaget waktu Penghulu menggiring Ode mengucapkan Ijab Qabul, Ode bukannya menjawabnya tapi malah meneriakan "mengerti......" secara refleks aku teriak "itu bukan Ode!!" semua orang kaget terus nanyain dia "mana Ode?", dianya cengengesan aja. Terus ada keluarganya yang baru datang bilang kalau yang ini adalah kembarannya Ode, sedang Odenya sendiri di rumah dia sakit parah, dan dia ga ingin pernikahan ini mengecewakan siapapun.
Aku langsung syok mendengar itu, aku berpaling ke arah Tiara dan menatapnya, tidak ada ekpresi yang bisa kutangkap di wajahnya dia hanya diam. Saat itu aku ingin menemui Ode dan tak ingin siapapun mendahuluiku. Aku hanya ingin sendiri saat ini di dekatnya meneguhkannya dan menguatkan hatinya.
Aku berlari sekuat tenaga menemui Ode, tak peduli dengan penikahan yang kacau ini, tak terfikir tentang Tiara, yang ada hanya ingin mengatakan pada Ode kalau aku ada untuk menemaninya.
Waktu aku sampai di tempat Ode, aku menemuinya yang sedang menyendiri di bawah sebuah pohon. Aku tersenyum padanya namun aku hanya diam, kemudian aku dekati dia dan dengan lembut kunyatakan kalau Tiara sangat menyayangi dia, apapun keadaannya Tiara pasti tetap mau menerima karena Tiara tak ingin kehilangan Ode yang sangat dicintainya. Ode tak menjawab apa-apa, hingga kemudian Tiara datang dan mendekatinya.
Saat Tiara mengajaknya bicara aku beranjak menjauh dari mereka, dan tak ada yang kufikirkan tentang mereka, aku hanya membiarkan semua berjalan apa adanya...
Tahukah kawan ketika aku berbicara dengan Ode sebenarnya saat itu aku ingin menyatakan dan menunjukkan bahwa aku akan selalu ada untuknya, dan hanya aku yang ingin mengerti dirinya. Tapi toh yang ku ucapkan bukan aku sayang atau akulah sahabatmu, tapi tentang bagaimana dia dan Tiara.
Aku masih curiga dengan Ode sampai ketika dia mengucap Ijab Qabul ucapannya aneh, bukannya menyahut Penghulu tapi malah ngikutin ucapan orang yang hadir disitu.
Aku kaget waktu Penghulu menggiring Ode mengucapkan Ijab Qabul, Ode bukannya menjawabnya tapi malah meneriakan "mengerti......" secara refleks aku teriak "itu bukan Ode!!" semua orang kaget terus nanyain dia "mana Ode?", dianya cengengesan aja. Terus ada keluarganya yang baru datang bilang kalau yang ini adalah kembarannya Ode, sedang Odenya sendiri di rumah dia sakit parah, dan dia ga ingin pernikahan ini mengecewakan siapapun.
Aku langsung syok mendengar itu, aku berpaling ke arah Tiara dan menatapnya, tidak ada ekpresi yang bisa kutangkap di wajahnya dia hanya diam. Saat itu aku ingin menemui Ode dan tak ingin siapapun mendahuluiku. Aku hanya ingin sendiri saat ini di dekatnya meneguhkannya dan menguatkan hatinya.
Aku berlari sekuat tenaga menemui Ode, tak peduli dengan penikahan yang kacau ini, tak terfikir tentang Tiara, yang ada hanya ingin mengatakan pada Ode kalau aku ada untuk menemaninya.
Waktu aku sampai di tempat Ode, aku menemuinya yang sedang menyendiri di bawah sebuah pohon. Aku tersenyum padanya namun aku hanya diam, kemudian aku dekati dia dan dengan lembut kunyatakan kalau Tiara sangat menyayangi dia, apapun keadaannya Tiara pasti tetap mau menerima karena Tiara tak ingin kehilangan Ode yang sangat dicintainya. Ode tak menjawab apa-apa, hingga kemudian Tiara datang dan mendekatinya.
Saat Tiara mengajaknya bicara aku beranjak menjauh dari mereka, dan tak ada yang kufikirkan tentang mereka, aku hanya membiarkan semua berjalan apa adanya...
Tahukah kawan ketika aku berbicara dengan Ode sebenarnya saat itu aku ingin menyatakan dan menunjukkan bahwa aku akan selalu ada untuknya, dan hanya aku yang ingin mengerti dirinya. Tapi toh yang ku ucapkan bukan aku sayang atau akulah sahabatmu, tapi tentang bagaimana dia dan Tiara.
Kenapa aku begitu perhatian pada Ode calon suami sahabatku sendiri? Begini kawan, Ode adalah mantan pacarku, dia cinta pertamaku, setelah kami lama putus akhirnya dia menjalin hubungan dengan sahabatku Tiara. Aku tidak mempermasalahkannya karena antara kami berdua memang tidak ada apa-apa lagi, dan aku juga sangat senang atas hubungan mereka berdua, aku tau mereka sangat saling menyintai.
Kalau tidak mengerti tentang mimpi yang pertama ini, biar ku jelaskan intinya, disini aku bermimpi pernikahan sahabatku hampir gagal dan akhir mimpinya juga masih belum jelas apakah mereka jadi menikah atau tidak...
Kemudian apa lagi? mau tau mimpi yang kedua tapi kalau sudah malas membacanya tak apalah..terserah anda saja untuk tidak melanjutkannya..siapa tau ceritanya bikin ngantuk







0 komentar
Posting Komentar